Pengertian Chlamydia, penyebab dan pengobatan

posted in: Kesehatan | 0

Pengertian chlamydia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Chlamydia dapat terjadi pada pria maupun wanita pada semua kelompok umur, meskipun yang paling umum di kalangan wanita muda. Pada wanita, chlamydia dapat terjadi di organ panggul. Sedangkan pada pria, chlamydia dapat menyerang saluran dalam penis (uretra). Dan ternyata penyakit ini cukup berbahaya sebab jika tidak segera diobati dapat meningkatkan risiko kemandulan, terutama pada perempuan.

Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah mengembangkan tanda atau gejala, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dan debit dari vagina atau penis. Selain organ kelamin, chlamydia dapat menyerang dubur, tenggorokan, dan mata. Penularan terjadi bila bagian tersebut terkena cairan yang dihasilkan oleh organ kelamin.

Penyakit Chlamydia ini tidak sulit untuk diobati setelah mengetahui jika memilikinya karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Jika tidak diobati, chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Gejala Chlamydia

Chlamydia biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga penderita tidak menyadarinya. Hal ini membuat penderita chlamydia tetap dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain terutama pasangan. Biasanya gejala baru muncul 1-3 minggu setelah penderita terinfeksi.

Apa saja gejala penyakit menular ini, kenali agar Anda dapat menekan risiko penularan. Penyakit ini menyerang organ kelamin, karenanya gejala chlamydia pada pria dan wanita akan berbeda. 

Gejala chlamydia pada perempuan

  • Keputihan yang sangat bau.
  • Rasa terbakar ketika buang air kecil.
  • Sakit saat sedang berhubungan seksual, dan dapat mengalami perdarahan di vagina sesudahnya.
  • Bila infeksi sudah menyebar, maka penderita akan merasa mual, demam, atau merasa sakit pada perut bagian bawah.

Gejala chlamydia pada pria

  • Keluar cairan dari penis.
  • Luka di penis terasa gatal atau terbakar.
  • Rasa terbakar ketika buang air kecil
  • Rasa sakit atau bengkak pada salah satu atau kedua buah zakar.

Baik pada pria maupun wanita, apabila chlamydia menginfeksi dubur, akan timbul rasa sakit yang dapat disertai keluarnya cairan atau darah dari dubur.

Pengobatan penyakit Chlamydia

Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik. Dokter akan memberi pasien obat untuk diminum dalam satu kali dosis, atau mungkin perlu untuk mengonsumsi obat sehari atau beberapa hari selama 5-10 hari.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Selama waktu itu, pasien harus menjauhkan diri dari hubungan seksual. Pasangan seksual penderita chlamydia juga membutuhkan perawatan meskipun mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Jika tidak, infeksi dapat menular bolak-balik antara pasangan seksual tersebut.

Orang- orang dengan risiko tinggi menderita chlamydia, perlu menjalani skrining rutin penyakit chlamydia. Skrining dilakukan setiap tahun untuk mendeteksi adanya chlamydia atau penyakit menular seksual lainnya. Begitu pula dengan pasangan penderita chlamydia perlu diperiksa. Bila terkena chlamydia, baik penderita maupun pasangannya harus segera diobati agar tidak menularkan kepada orang lain.

Selain itu, ibu hamil juga perlu menjalani skrining untuk menghindari risiko penularan ke bayi. Skrining biasanya dilakukan saat memeriksakan kehamilan pertama kali dan ketika kehamilan sudah memasuki tri semester ketiga. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif, ibu hamil perlu diobati dan kontrol ke dokter kandungan dalam waktu 3 minggu serta 3 bulan setelah pengobatan.

Tiga bulan sejak pengobatan, semua penderita chlamydia perlu menjalani tes ulang. Hal ini diperlukan karena seseorang yang menderita chlamydia lebih berisiko untuk terinfeksi kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *