Maklon Kosmetik Halal Indonesia

posted in: Gaya Hidup | 0

Maklon kosmetik halal adalah layanan kosmetik maklon yang berfokus pada pemrosesan dan produksi kosmetik berdasarkan pesanan pelanggan yang menggunakan bahan-bahan dalam proses produksi sesuai dengan peraturan syar’i yang tidak membahayakan pengguna, terbuat dari bahan halal, menggunakan bahan herbal, tidak mengandung babi atau gen manusia karena haram.

Segala sesuatu yang berbau halal selalu menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama di Indonesia, baik makanan yang dikonsumsi untuk kosmetik maupun facial. Terutama dalam enam tahun terakhir, komunitas jilbab sudah mulai bangkit di Indonesia, dimulai dengan blogger jilbab mode, selebritas di negara yang mulai mengenakan jilbab, untuk peragaan busana, terutama untuk wanita muslim.

Jika pasar mode mulai mencapai, tidak dapat dihindari dalam industri kecantikan bahwa konsumen Muslim pun menginginkan perhatian yang sama. Mereka tidak lagi berkonsentrasi hanya pada sesuatu yang masuk ke mulut, tetapi juga pada apa yang akan digunakan tubuh.

Kriteria untuk produk kosmetik dikategorikan sebagai halal jika tidak ada dua bahan yang dilarang, yaitu babi dan alkohol dengan turunan dari khammer (minuman yang menghasilkan minuman). Alkohol dalam kamera adalah etanol atau etil alkohol. Jenis alkohol ini sering digunakan sebagai pelarut dalam pewangi atau parfum. Meskipun dalam kosmetik, alkohol ini dianggap setara dengan khammer dan tidak boleh diserap melalui kulit. Namun, jenis alkohol lain, seperti cetyl alcohol dan stearyl alcohol, berasal dari bahan-bahan alami, seperti minyak kelapa, biasanya hadir dalam krim perawatan kulit yang diizinkan. Karena itu, merek yang menekankan halalisme mungkin mengandung produk yang mengandung alkohol setil dan stearil alkohol.

Selain etanol, bahan-bahan yang benar-benar dilarang semuanya terkait dengan daging babi. Selain produk yang jelas mengandung babi, fatwa MUI nomor 26 juga memperingatkan pada 2013: “Kosmetik yang menggunakan bahan dari produk mikroba yang tidak tahu apakah media pertumbuhan mikroba mereka dari babi harus dihindari sampai kejelasan tentang bahan-bahannya halal dan murni. “

Untuk bahan hewan, seperti plasenta, status halal ditandai selama berasal dari hewan halal. Yaitu, plasenta hewan seperti sapi, kambing, kerbau, dan kuda diperbolehkan, tetapi ini tidak terjadi jika berasal dari babi atau anjing. Plasenta manusia juga tidak bersih. Selain spesies hewan, MUI juga melarang plasenta dari janin hewan hidup. “Ketika kamu dilahirkan, kamu dapat mengambil dan menggunakan plasenta,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *